Kamis, 27 September 2012

Grafik komputer olah citra

1.Penerapan grafika komputer

Grafik komputer adalah ilmu yang sangat cepat berkembang pada saat ini. Perkembangan ini didukung oleh munculnya prosesor-proseor komputer yang cepat dan kartu grafik yang semakin canggih dan hebat.

Grafik komputer adalah salah satu cabang disiplin ilmu informatika yang mempelajari pembuatan gambar dengan menggunakan komputer. Perbedaan antara grafik komputer dengan pengolahan citra adalah dalam pengolahan citra, gambar input kedalam proses pengolahan citra sudah tersedia, sedangkan pada grafik komputer dilakukan proses untuk menciptakan gambar dari awal.

Grafika Komputer
Banyak melakukan proses yang bersifat sintesis yang mempunyai ciri data masukan
berbentuk deskritif dengan keluaran hasil proses yang berbentuk gambar.

Pengolahan Citra
Merupakan proses pengolahan citra analisis citra yang banyak melibatkan persepsi visual, proses ini mempunyai ciri data masukkan dan informasi keluaran yang berbentuk citra.

Grafika komputer dalam kehidupan sehari-hari digunakan dipelbagai bidang seni, sains, bisnis, pendidikan dan hiburan, sebagi contoh:  

>Pada bidang kesehatan
Digunakan untuk rontgen tubuh manusia yang berfungsi untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan di tubuh.
Dengan teknologi tersebut berbagai kelainan seperti retak dan patah tulang hingga wajah calon anak dalam rahim pun bisa terlihat dengan jelas. Karena itu, teknologi ini dianggap sebagai satu penemuan yang mampu membantu banyak orang, terutama untuk menganalisis dan mendiagnosis suatu kondisi demi penyembuhan suatu penyakit. 

Tapi, ternyata radiasi yang ditimbulkan dalam proses penyinaran rontgen, disinyalir mengandung kekuatan radioaktif yang bisa berbahaya. Karena itu, sinar X yang "ditembakkan" untuk memotret bagian dalam organ tubuh harusnya benar-benar dalam komposisi yang tepat. Sebab, jika tidak, teknologi ini justru bisa memicu kanker. 

Hal ini dikuatkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Wake Forest University di Carolina Utara. Mereka meneliti sebuah rumah sakit di Amerika Serikat yang menangani pasien trauma. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa pemberian dosis radiasi sangat memengaruhi risiko munculnya kanker. James Winslow dari tim peneliti tersebut menyebutkan bahwa rata-rata orang yang tinggal di AS mendapatkan sinar radiasi sebanyak 3 millisievert. Sedangkan pasien trauma mendapatkan sinar radiasi sebanyak 40 millisievert. Dan, hal inilah yang meningkatkan risiko kanker pada pasien-pasien itu. Karena itu, ia menganjurkan, "Para dokter seharusnya memikirkan risiko jangka panjang dan keuntungan memeriksa pasien dengan menggunakan radiasi pada level tinggi baik untuk memeriksa kepala, leher, dada, rongga perut dan tulang panggul."

Untuk meminimalisir risiko, James Winslow dan tim peneliti menyebut agar para dokter mengurangi dosis radiasi saat mengambil gambar atau menggunakan metode pengambilan gambar lainnya, seperti ultrasound (dengan gelombang suara) dan resonansi magnetic
Contoh gambaran rentogen:









                   www.google.com
Tgal akses : 28/09/12  11.30AM

 2.Penerapan olah citra di bidang kesehatan
Pilih Direct Radiography (DR) atau Computed radiography (DR)

Gambaran umum Direct Radiography (DR)
Computed Radiography (CR)
Computed Radiography (CR) digunakan pada pesawat rontgen konvensional, tapi film yang digunakan bukan lagi film biasa, melainkan kaset CR yang berisi detector dan sel memori seperti memory card, kaset CR ini nantinya harus dibaca dengan CR Cassette Reader untuk mendapatkan image atau gambar digital hasil pemotretan objek pasien. Keuntungan penggunaan CR antara lain:
-         Lebih ekonomis, sebab bisa menggunakan pesawat rontgen konvensional
yang ada dan tidak perlu membeli pesawat rontgen digital baru
-         Dapat digunakan pada kebanyakan pesawat rontgen konvensional
-         Image quality atau kualitas gambar yang lebih baik
-         Bekerja menggunakan dosis radiasi yang lebih rendah
Sedangkan salah satu kekurangannya tentu saja waktu image processing yang lebih lama dibandingkan system Direct Radiography (DR) sebab setelah expose kaset harus dibaca terlebih dahulu dengan reader.
Direct Radiography (DR)
Sistem Direct Radiography (DR) adalah system baru pada pesawat rontgen digital yang berkembang saat ini dimana image atau gambar hasil expose dari objek radiografi diubah kedalam format digital secara real time dengan menggunakan sensor berupa flat panel atau Charge Coupled Devices (CCD), jadi tak perlu menggunakan cassette reader untuk mendapatkan gambar secara digital.

CR Cassette Reader
Baik Direct Radiography (DR) maupun Computed Radiography (CR) tentu masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, namun keduanya mempunyai keluaran (output) yang sama yaitu gambar digital dari objek radiography. Jadi bagi kita yang menginginkan sebuah system radiografi digital namun mempunyai dana yang terbatas, kita bisa mempertimbangkan penggunaan pesawat rontgen konvensional yang ada untuk dilengkapi dengan perangkat  Computed Radiography (CR), tapi jika mempunyai dana yang cukup untuk membeli pesawat rontgen baru, maka pilihan membeli pesawat rontgen digital dengan teknologi Direct Radiography (DR) layak juga untuk dipertimbangkan.
Usaha kelompok kami dalam mengerjakan tugas ini dengan cara browsing di internet melalui laptop di kostan teman sekelompok.
Sumber                : www.google.com
     www.blogspot.com
Tanggal akses : 28 SEPTEMBER  2012,Jum’at, 10.00WIB

KELOMPOK 2
Ance sitompul             38111112
Dimas sapto aji            39111203
Ahmad fauzi hasibuan  30111425





Rabu, 13 Juni 2012

Disis Terpaan Angin


Cinta tu kadang tak seindah yang di bayangkan semua itu seperti embun yang menetes di pagi hari yang kadang membuat kita merasa sejuk dan terkadang merasa tersakiti karna dinginnya embun. Bila seseorang berjalan dengan cinta yang terlalu berharap mendapatkan cinta dan kasih sayang dari seorang yang mempunyai luka lama oleh orang lain dan masih menyimpan di dalam reluk hatinya,bagai mentari yang menyinar dunia tetapi terhalangi oleh gelapnya bulan, kita kadang tak sadar dengan semua itu,yang hanya bisanya memberinya hati, atau ruang dan cela kicil agar cahaya matahari dapat menyinari kita. Dengan cara apapun sehingga kita tidak sadar cahaya bersinar dengan terpaksa menyinari kita, dan bisa kapan saja cahaya itu muncul terbenam seenaknya saja sehingga kita telah di permain kan oleh cahaya itu.

Daun dan tumbuhan pun akan mati bila cahaya atau sinar matahari tidak menyinari nya,kita susah untuk mendapatkan semua sesuatu dengan  perasaan tulus dan benar-benar mengerti kita,kadang kala kita telah memberi semua yang kita bisa beri kepadanya dan berkorban serta menjaganya dengan perasaan kita yang tidak mau kehilangan dia.terus saja kita memaksakan semua itu sehingga kita merasakan semua usaha kita itu sia-sia,dan kita mearasa kecewa tapi takut untuk di ungkapkan karna kita menghargai perasaan orang tersebut sehingga semuanya hanya menjadi luka belakang,semakin kita jalanin semakin kita merasakan dan bertanya..kenapa aku ini yang terllalu mengharapkan banyak dari mu??  Dan itu yang kita rasakan di dalam ego kita yang harus memiliki seseorang yang kita belum tentu tau semua luka,pedih,dan cerita tentang dia.

Sinar dewi yang meredup yang kita dapatkan dari sikap kita yang terlalu memaksakan semua itu dan kita dapat sebuah cinta yang setengah hati dan tanpa balasan,dan kita harus cerita sama siapa kalo sudah begtu,bulan pun akan menghindar dari semua itu dan mencari tempat  lain yang dapat disinari,dan mulai bertanya kepada diri kita sendiri mungkinkah kumati karna cinta yang telah membunuhku,dan kita di beri dua pilihan pertama kita berlarut terus dengan kepedihan dan sakit hati sehingga kita hancurkan diri kita sendiri. Dan yang kedua kita berdiri dan mulai bangkit dari semua itu walaupun berat dan terlalu banyak kenangan yang telah tercipta tapi memang butuh waktu untuk semua itu sehingga kita terbiasa lagi.

Dan terkadang orang berfikir mecari penggantinya agar kita dapat melupakan kenangan itu,tapi kita lihat kebelakan lagi itu hanya Cuma membuat luka yang ke dua kalinya dan menambah beben yang perlahan ingin kita tinggalkan tapi jadi  terulang kembali dan itu rasanya lebih sakit dari yang sebelumnya terjadi,dan tidak sadarkah kita semuanya itu akan berubah menjadi belati yang terasa tajam sehingga bisa menusuk kita semakin dalam, dan luka yang semakin sakit dan tak tertutupi  sehinga kita terjatuh untuk kedua kalinya di dalam kesalahan yang sama.

TO BE NEXT TIME AGAIN GUYS
by: fauzi ahmad

Senin, 21 Mei 2012

KITA TAK PERNAH SALAH

Entah apa awalnya,
kita saling mengumpat..
bukan cinta yang membuat kita salah..
diri kitalah yang begitu naif memperebutkan kesalahan..


entah apa..
aku belum mengerti makana dari kata ‘salah’
dan andai kau bisa mendengarku..
saat ini aku bisa berucap :
aku tak salah..
kau tak salah..
kita tak pernah salah..
                                            

aku salahkan diriku,
kau salahkan dirimu..
tapi tenanglah sayang..
kau dan aku tak salah..
                                              

salahkan saja waktu ;
yang tega menggunjing kita,
mempersulit gerak kita,
meniadakan kau,
dan kita terlepas karenanya..
                                                  

sekali lagi aku tegaskan..
KITA TAK PERNAH SALAH…
andai bisa kita arahkanwaktu..

Minggu, 27 November 2011

Robert Baden-Powell


Kehidupan awal
Baden-Powell dilahirkan di Paddington, London pada 1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8 anak profesor Savilian yang mengajar geometri di Oxford. Ayahnya, pendeta Harry Baden-Powell, meninggal ketika dia berusia 3 tahun, dan ia dibesarkan oleh ibunya, Henrietta Grace Smith, seorang wanita yang berketetapan bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell berkata tentang ibunya pada 1933, "Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya."
Selepas menghadiri Rose Hill School, Tunbridge Wells, Baden-Powell dianugerahi beasiswa untuk sekolah umum Charterhouse. Perkenalannya kepada kemahiran pramuka adalah memburu dan memasak hewan - dan menghindari guru - di hutan yang berdekatan, yang juga merupakan kawasan terlarang. Dia juga bermain piano dan biola, mampu melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangan dengan tangkas, dan gemar bermain drama. Masa liburan dihabiskan dengan ekspedisi belayar atau berkanu dengan saudara-saudaranya.
Dia mengarang beberapa buku, di antaranya yakni jungle book, girl guides, scouiting for boys, aids to scouting, rovering to succes
Karier Ketentaraan
Pada tahun 1876, Baden-Powell bergabung dengan 13th Hussars di India. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin 5th Dragoon Guards.
Baden-Powell saling berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku Zulu pada awal 1880-an di jajahan Natal Afrika Selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi penghargaan karena keberaniannya. Ada 3 penghargaan yang diberi angkatan perang Zulu yaitu:
  • impeesa : serigala yang tak pernah tidur, karena dia sering berjaga-jaga saat malam.
  • kantankye : orang pemakai topi lebar, karena dia selalu memakai topi lebar.
  • m'hlalapanzi: orang bertiarap yang siap menembak.
Kemahirannya mengagumkan dan dia kemudian dipindahkan ke dinas rahasia Inggris. Dia sering bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukkan rancangan instalasi militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya.
Baden-Powell kemudian ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah Mediterania yang berbasis di Malta. Dia kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil di Ashanti, Afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th Dragoon Guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, dia menulis buku panduan ringkas bertajuk "Aids to Scouting", ringkasan ceramah yang dia berikan mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan tentara baru. Menggunakan buku ini dan kaidah lain, ia melatih mereka untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri, dan untuk bertahan hidup dalam hutan.
Baden-Powell kembali ke Afrika Selatan sebelum Perang Boer dan terlibat dalam beberapa tindakan melawan Zulu. Dinaikkan pangkatnya pada masa Perang Boer menjadi kolonel termuda dalam dinas ketentaraan Britania, dia bertanggung jawab untuk organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Ketika merencanakan hal ini, dia terperangkap dalam pengepungan Mafeking, dan dikelilingi oleh tentara Boer yang melebihi 8.000 orang. Walaupun berjumlah lebih kecil, garnisun itu berhasil bertahan dalam pengepungan selama 217 hari. Sebagian besar keberhasilan itu dikatakan sebagai hasil beberapa muslihat yang dilaksanakan atas perintah Baden-Powell sebagai komandan garnisun. Ranjau-ranjau palsu ditanam, dan tentaranya diperintah untuk menghindari pagar kawat olok-olok (tidak ada) saat bergerak antara parit kubu.
Baden-Powell melaksanakan kebanyakan kerja peninjauan secara pribadi dan membina pasukan kanak-kanak asli untuk berjaga dan membawa pesan-pesan, kadang menembus pertahanan lawan. Banyak dari anak-anak ini kehilangan nyawanya dalam melaksanakan tugas. Baden-Powell amat kagum dengan keberanian mereka dan kesungguhan mereka yang ditunjukkan ketika melaksanakan tugas. Pengepungan itu dibubarkan oleh Pembebasan Mafeking pada 16 Mei 1900. Naik pangkat sebagai Mayor Jendral, Baden-Powell menjadi pahlawan nasional.
Setelah mengurusi pasukan polisi Afrika Selatan Baden-Powell kembali ke Inggris untuk bertugas sebagai Inspektur Jendral pasukan berkuda pada tahun 1903.
Pulang ke Inggris
Setelah kembali, Baden-Powell mendapati buku panduan ketentaraannya "Aids to Scouting" telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda.
Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys' Brigade, Sir William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to Scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku "Scouting for Boys" kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid.
Kanak-kanak remaja membentuk "Scout Troops" secara spontan dan gerakan Pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring dengan Boys' Brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka diadakan di Crystal Palace di London pada 1908, di mana Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell, Agnes Baden-Powell.
Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi, Baden Powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan Pramuka.
Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang (Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia. Olave berusia 23, Baden-Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka bertunangan pada September tahun yang sama dan menjadi sensasi pers, mungkin karena ketenaran Baden-Powell, karena perbedaan usia seperti itu lazim pada saat itu. Untuk menghindari gangguan pihak pers, mereka melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912. Dikatakan bahwa Baden-Powell hanya memiliki satu petualangan lain dengan wanita (pertunganannya yang gagal dengan Juliette Magill Kinzie Gordon).
Pramuka Inggris menyumbang satu penny masing-masing dan mereka membelikan Baden-Powel hadiah pernikahan, yaitu sebuah mobil Rolls Royce. ‹‹‹›››
Perang Dunia I dan kejadian-kejadian selanjutnya
Ketika pecah Perang Dunia I pada tahun 1914, Baden-Powell menawarkan dirinya kepada Jabatan Perang. Tiada tanggung jawab diberikan kepada beliau, sebab, seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchener: "dia bisa mendapatkan beberapa divisi umum dengan mudah tetapi dia tidak dapat mencari orang yang mampu meneruskan usaha baik Boy Scouts." Kabar angin menyatakan Baden-Powell terkait dalam kegiatan spionase dan dinas rahasia berusaha untuk menggalakkan mitos tersebut.
Baden-Powell dianugerahi gelar Baronet pada tahun 1922, dan bergelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929. Taman Gilwell adalah tempat latihan Pemimpin Pramuka Internasional. Baden-Powell dianugerahi Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris pada tahun 1937, dan dianugerahi 28 gelar lain dari negara-negara asing.
Dalam sajak singkat yang ia tulis, ia menjelaskan bagaimana mengucapkan namanya:
Man, Nation, Maiden
Please call it Baden.
Further, for Powell
Rhyme it with Noël.
Dibawah usaha gigihnya pergerakan Pramuka dunia berkembang. Pada tahun 1922 terdapat lebih dari sejuta pramuka di 32 negara; pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3 juta orang.
Keluarga Baden-Powell memiliki tiga anak – satu anak laki-laki dan dua perempuan (yang mendapat gelar-gelar kehormatan pada 1929; anak laki-lakinya kemudian menggantikan ayahnya pada 1941:
  • Peter, kemudian 2nd Baron Baden-Powell (1913-1962)
  • Hon. Heather Baden-Powell (1915-1986)
  • Hon. Betty Baden-Powell (1917-2004) yang pada 1936 menikah dengan Gervase Charles Robert Clay (lahir 1912 dan memiliki 3 anak laki-laki dan 1 perempuan)
Tidak lama selepas menikah, Baden-Powell berhadapan dengan masalah kesehatan, dan mengalami beberapa serangan penyakit. Ia menderita sakit kepala terus menerus, yang dianggap dokternya berasal dari gangguan psikosomatis dan dirawat dengan analisa mimpi. Sakit kepala ini berhenti setelah ia tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah ke kamar tidur baru di balkon rumahnya. Pada tahun 1934 prostatenya dibuang, dan pada tahun 1939 dia pindah ke sebuah rumah yang dibangunnya di Kenya, negara yang pernah dilawatinya untuk berehat. Dia meninggal dan dimakamkan di Kenya, di Nyeri, dekat Gunung Kenya, pada 8 Januari 1941.
Pada 1938 Royal Academy of Sweden menganugerahkan Lord Baden-Powell dan semua gerakan Pramuka hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun 1939. Tapi pada 1939 Royal Academy memutuskan untuk tidak menganugerahkan hadiah untuk tahun itu, karena pecahnya Perang Dunia II.
Pergerakan Pramuka dan Pandu Puteri merayakan 22 Februari sebagai hari B-P, tanggal lahir bersama Robert dan Olave Baden-Powell, untuk memperingati dan meraikan jasa Ketua Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia.
Mengenai ketertarikannya pada anak laki-laki
Dua penulis biografi Baden-Powell, Michael Rosenthal dari Columbia University dan Tim Jeal, menganggap bahwa ia adalah homoseksual yang tertekan. Buku Tim Jeal yang diriset selama lebih dari 5 tahun, diterbitkan oleh Yale University Press dan diterima dengan baik oleh New York Times, Washington Post dan penerbitan-penerbitan terkemuka lain.
Selain bukti-bukti lain, Jeal menyebutkan suatu contoh kejadian di bulan November 1919. Ketika mengunjungi Charterhouse, sekolahnya dulu, Baden-Powell tinggal bersama teman lamanya, A. H. Tod, seorang guru lajang dan pemilik rumah yang telah mengambil foto-foto telanjang murid-muridnya sebagai bagian dari kumpulan foto mengenai sekolah. Dalam buku hariannya, Baden-Powell menulis tentang hal ini: "Tinggal dengan Tod. Foto-foto anak laki-laki telanjang dan pohon-pohon yang diambil oleh Tod. Bagus sekali." Dalam surat-surat selanjutnya kepada Tod mengenai memulai gerakan Pramuka di sekolah itu, Baden-Powell menyebut bahwa ia akan segera berkunjung kembali dan menambahkan: "Mungkin saya ingin melihat kembali foto-fotomu yang indah itu."
Foto-foto Tod bertahan sampai tahun 1960-an, ketika mereka dihancurkan mungkin untuk "melindungi reputasi Tod." Namun R. Jenkyns mengatakan bahwa album tersebut mengandung foto-foto anak laki-laki telanjang dalam pose-pose yang, menurut pendapatnya, "dibuat-buat dan artifisial." Tidak ada alasan untuk mencurigai bahwa Tod atau Powell memiliki tujuan buruk, dan foto-foto tersebut dibuat sesuai dengan tradisi pada saat itu mengenai seni yang juga ditampilkan dalam lukisan-lukisan Henry Scott Tuke, foto-foto Baron Wilhelm von Gloeden, dan lain-lain.
Jeal juga menyebutkan bahwa Baden-Powell "...tetap memuji tubuh laki-laki ketika telanjang dan merendahkan tubuh wanita. Di Gilwell park, tempat perkemahan Pramuka di hutan Epping, ia selalu menikmati pemandangan anak-anak laki-laki berenang telanjang, dan kadang-kadang berbincang dengan mereka setelah mereka 'melepas baju mereka.'" (pembicaraan pribadi antara Jeal dan anggota-anggota Pramuka lama).
Walaupun menikmati keindahan anak-anak laki-laki, Baden-Powell tidak diketahui pernah bertindak dalam ketertarikannya dengan anak laki-laki. Sebaliknya, ia sangat teguh berpendapat untuk menekan keinginan seksual, terutama dalam komunikasinya dengan anak-anak laki-laki. Ia memasukkan larangan yang jelas melawan masturbasi dalam panduan-panduan Pramuka awal (sedemikian jelasnya sehingga Cox, penerbitnya, menolak untuk mencetak hal ini sebelum bahasanya diperhalus), dan sampai usia 80-an terus bersurat dengan anggota-anggota Pramuka dan memerintahkan mereka untuk mengendalikan keinginan mereka untuk "merusak diri sendiri." Ia percaya pada pendapat saat itu bahwa hal ini menyebabkan penyakit, kegilaan dan impotensi seksual. Pandangan-pandangannya tidak disetujui oleh semua orang. Dr. F. W. W. Griffin, editor The Scouter, menulis pada 1930 dalam buku untuk Rover Scouts bahwa godaan untuk bermasturbasi adalah "tahapan yang cukup alami dalam perkembangan" dan merujukkan anggota-anggota Pramuka kepada sebuah buku oleh H. Havelock Ellis yang berpendapat bahwa "usaha untuk mencapai hidup tanpa seks adalah kesalahan serius." (Tim Jeal, Baden-Powell: Founder of the Boy Scouts 1989, hal. 93-94)